fitsers.com – Olahraga padel lagi naik daun dan makin banyak lapangan baru bermunculan. Kalau Kamu baru mulai main tenis padel (padel tennis), wajar banget kalau merasa bingung dengan dinding kaca, tempo rally yang cepat, dan gaya main ganda yang seru tapi menantang. Kabar baiknya, sebagian besar kesalahan pemula itu sama polanya—dan gampang diperbaiki kalau tahu caranya.
Di bawah ini, Kamu akan menemukan kesalahan umum saat bermain padel, lengkap dengan solusi praktis dan ide latihan padel yang bisa langsung dicoba. Tujuannya sederhana, yaitu bikin permainan Kamu lebih rapi, konsisten, dan menyenangkan tanpa harus ganti teknik besar-besaran!
Tenis Padel: Kesalahan Pemula dan Cara Memperbaikinya
Daftar Isi
1. Pegangan terlalu kaku atau salah sudut
Gejala yang sering muncul adalah bola nyangkut di net, mental tinggi tanpa arah, atau pergelangan cepat pegal. Untuk memperbaikinya, gunakan continental grip seperti memegang palu. Jaga agar raket sedikit “terbuka” saat defense dan netral saat volley, lalu longgarkan genggaman sekitar 10–20% supaya kontrol meningkat dan getaran berkurang. Lakukan latihan padel sederhana seperti shadow swing 20–30 kali sambil mengecek sudut muka raket, kemudian lanjut rally pelan setinggi pinggang dengan fokus pada sentuhan, bukan tenaga.
2. Posisi siap pasif dengan berat badan di tumit
Kalau Kamu telat merespons bola yang memantul dari dinding dan langkah jadi kaku, kemungkinan besar posisi siap Kamu terlalu pasif. Ambil posisi atletis: lutut sedikit ditekuk, berat badan di ujung kaki, dan raket berada di depan dada. Biasakan split-step kecil setiap lawan memukul agar reaksi lebih cepat. Untuk melatihnya, lakukan gerak kaki cepat ke samping selama beberapa set, lalu tutup dengan volley ringan supaya transisi dari kaki ke tangan lebih sinkron.
3. Ingin mematikan poin terlalu cepat
Kesalahan klasik pemula adalah terlalu bernafsu memukul keras. Smash kencang tapi out, atau volley keras yang justru memantul enak untuk lawan. Ingat, di padel kontrol mengalahkan power. Prioritaskan placement dan tinggi bola. Saat menerima lob tinggi, pilih bandeja—pukulan dengan kontrol dan sedikit topspin ke belakang lawan—agar Kamu tetap memegang posisi di net. Latih konsistensi bandeja ke target di sudut belakang dengan fokus pada lintasan bola yang melengkung dan mendarat sedalam mungkin.
4. Takut memakai dinding kaca
Banyak pemula panik saat bola melewati badan dan buru-buru memukul sebelum memantul di kaca. Manfaatkan dinding sebagai teman. Biarkan bola memantul di lantai dulu, lalu gunakan dinding belakang jika perlu. Jaga jarak sekitar satu hingga satu setengah meter dari kaca belakang saat bertahan, putar bahu, dan ambil contact point di samping badan, bukan terlalu dekat. Minta partner melempar bola ke belakangmu, biarkan memantul dan menyentuh dinding dulu, baru kembalikan cross-court. Ulangi perlahan sampai Kamu bisa membaca sudut pantulan dengan tenang.
5. Servis dan return tidak konsisten
Double fault dan servis terlalu tinggi atau keras sering terjadi karena lupa prinsip dasar servis padel: underhand, bola harus dipantulkan sekali, dan dipukul di bawah pinggang secara diagonal. Targetkan 70–80% tenaga, arahkan ke badan lawan atau ke sudut dekat dinding. Untuk return, pilih opsi aman: kembalikan bola dalam dan rendah ke tengah atau lakukan lob tinggi untuk merebut net. Latih dengan mengirim 50 servis ke dua target (dekat T dan dekat dinding), lalu khusus untuk return, lakukan repetisi yang menekankan akurasi ke tengah dan lob cross-court.
6. Salah posisi di net dan bingung transisi
Berdiri terlalu mepet net bikin Kamu rentan diserang kaki, sementara terlalu mundur membuat volley Kamu tidak menekan. Posisi ideal di net adalah sekitar satu langkah di belakang garis servis, dengan raket di depan dan siku agak tertekuk. Setelah melakukan lob yang bagus, maju bersama pasangan untuk mengambil net. Saat Kamu dilob, mundur cepat ke zona bertahan dekat garis belakang dan siap memanfaatkan dinding. Latihan pola “lob dan maju” efektif untuk membangun refleks transisi ini: mainkan lob, maju berdua, lakukan beberapa volley kontrol, dan ulangi.
Baca Juga:
7. Kurang komunikasi dengan pasangan
Tabrakan di bola tengah atau bingung siapa ambil lob terjadi karena kurang komunikasi. Biasakan panggilan sederhana seperti “punyaku!” atau “punyamu!” dan buat rencana singkat sebelum poin dimulai, misalnya “servis ke badan, siap jaga tengah.” Tentukan zona cakupan: pemain sisi forehand biasanya mengambil lebih banyak bola tengah, kecuali ada kesepakatan lain. Kamu bisa melatih kebiasaan ini dengan drill yang mengirim bola hanya ke area tengah, di mana poin dianggap gugur jika tidak ada panggilan.
8. Pilihan pukulan di defense kurang tepat
Mencoba drive keras dari bola rendah sering berakhir net atau out. Saat tertekan, mainkan pukulan aman seperti chiquita—pukulan pelan ke kaki lawan di net—atau lob tinggi ke belakang untuk keluar dari tekanan dan merebut posisi. Pilih arah cross-court lebih sering karena jarak lebih panjang dan ada bantuan dinding. Lakukan repetisi chiquita ke kaki lawan dan lob cross-court dengan target ketinggian serta kedalaman yang konsisten.
9. Contact point terlalu dekat badan
Jika bola terasa “ketekan”, arah tidak jelas, dan pergelangan menegang, biasanya contact point terlalu dekat badan. Jaga jarak raket dari badan sekitar satu lengan, dan untuk drive forehand/backhand, ambil contact sedikit di depan pinggul. Buka bahu dan gunakan langkah kecil korektif sebelum memukul. Kamu bisa membuat patokan sederhana dengan menaruh cone atau titik imajiner di depan pinggul sebagai target contact point saat melakukan shadow swing atau rally pelan.
10. Perlengkapan kurang tepat
Raket terlalu berat atau terlalu kaku bisa merusak kontrol dan bikin tangan cepat lelah, sepatu yang licin mengganggu pijakan, dan grip yang cepat basah membuat pukulan tidak stabil. Untuk pemula, pilih raket padel berbentuk round atau teardrop dengan balance tengah demi kontrol yang lebih baik. Gunakan sepatu dengan outsole herringbone atau omni yang cocok di synthetic turf, bola padel yang masih “hidup”, serta ganti overgrip secara rutin. Upgrade perlengkapan yang pas sering langsung menaikkan konsistensi pukulan secara signifikan.
11. Rencana mini latihan 20 menit
Mulailah dengan pemanasan selama sekitar lima menit berupa skipping ringan, mobilitas bahu dan pergelangan, lalu shadow swing agar pola gerak aktif. Lanjutkan ke sesi konsistensi sekitar enam menit dengan rally pelan cross-court sebanyak mungkin, jaga tinggi bola 30–50 cm di atas net agar aman namun tetap menekan. Masuk ke modul dinding selama empat menit untuk melatih baca pantul dari belakang, biarkan bola menyentuh lantai dan dinding dulu sebelum dikembalikan. Akhiri dengan permainan net selama lima menit dengan pola tiga bola: chiquita ke kaki, volley kontrol, lalu lob atau drop volley sesuai posisi lawan.
12. Tips taktis cepat yang sering dilupakan
Di padel, pemenang biasanya adalah pasangan yang lebih lama memegang posisi di net, bukan yang paling keras memukul. Ketika melakukan volley, targetkan kaki lawan agar bola memantul rendah dan sulit diambil. Gunakan bola tengah untuk memecah formasi dan menghindari sudut dinding yang membantu lawan. Saat ragu, pilih lob; saat bola rendah, mainkan chiquita; saat bola tinggi, tekan dengan bandeja atau vibora.
Supaya progres Kamu makin terasa, pastikan perlengkapan mendukung ritme permainan. Kamu bisa belanja perlengkapan padel di FITS Official Store di beberapa marketplace tepercaya. Di Tokopedia, FITS Official Store menawarkan pilihan raket kontrol untuk pemula, sepatu court dengan grip bagus, bola padel, dan overgrip. Di TikTok Shop, pantau live deal untuk paket bundling seperti raket, tas, dan bola yang harganya sering lebih hemat. Di Shopee, FITS Official Store menyediakan banyak aksesori seperti wristband, grip, dan protector head dengan promo bundling menarik.
Belanja sekarang dan dengan link dibawah ini:






